SosiologiMariaSirait142
Nama: Maria Sri Fitri Sirait
Nama Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M. I.Kom.
MPU TANTULAR UNIVERSITY
Pengertian Ilmu Sosiologi
secara etimologis, sosiologi berasal dari bahasa Latin, terdiei dari kata socius yang artinya teman atau kawan, dan logos yang berarti pengetahuan. Maka, Ilmu Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan gejala sosial antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok.
Sejarah Lahirnya Sosiologi
Ilmu Sosiologi tidak lahir dengan sendirinya. Ada 2 peristiwa besar di dunia yang melatarbelakangi lahirnya Ilmu Sosiologi.
1. Revolusi Industri
Revolusi ini terjadi di benua Eropa pada abad ke 18 yang ditandai dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat yang semula bercocok tanam (agraris) beralih menggunakan teknologi mesin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Revolusi Perancis
Kedua, revolusi Perancis. Revolusi ini mengubah sistem pemerintahan kerajaan menjadi republik. Hal ini disebabkan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette yang sewenang-wenang. Saat itu, masyarakat Perancis dibagi menjadi 3 golongan. Golongan 3 diwajibkan untuk membayar pajak ke negara, sedangkan golongan 1 dan 2 dibebaskan dari pungutan tersebut.
Ilustrasi Revolusi Perancis (sumber: livescience.com)
Dari dua revolusi itu, muncul masalah sosial seperti pengangguran dan kerusuhan. Lalu, tokoh yang bernama August Comte berpikir bahwa diperlukan ilmu untuk mempelajari perubahan sosial, masalah sosial yang timbul, serta penyelesaiannya.
Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli
Kata Sosiologi pertama kali muncul di dalam buku ““Cours De Philosophie Positive” karya August Comte. Dialah tokoh yang memperkenalkan Ilmu Sosiologi pada kita. Filsuf berkebangsaan Perancis ini juga dijuluki sebagai Bapak Sosiologi, lho.
Selain August Comte, terdapat tokoh-tokoh lain yang mengemukakan pandangannya terhadap Ilmu Sosiologi. Seperti Emile Durkheim, Max Weber, Soerjono Soekanto, dan beberapa tokoh berikut ini:
1. Auguste Comte
Pengertian Sosiologi menurut Auguste Comte adalah studi tentang hukum dasar dari gejala sosial yang di dalamnya dibedakan menjadi sosiologi statis dan dinamis.
2. Emile Durkheim
Pengertian Sosiologi menurut Emile Durkheim adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa yang mengendalikannya.
3. Max Weber
Pengertian Sosiologi menurut Max Weber adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan sosial.
4. Pitirim Sorokin
Pengertian Sosiologi menurut Pitirim Sorokin adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala gejala sosial, gejala non sosial, dan ciri-cirinya.
5. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Pengertian Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial.
6. Soerjono Soekanto
Pengertian Sosiologi menurut Soerjono Soekanto adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada kemasyarakatan yang bersifat umum untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
7. Astrid S. Susanto
Sosiologi tidak sekadar mempelajari berbagai hubungan dalam masyarakat, tetapi mempelajari gejala-gejala di dalamnya yang terjadi berulang-ulang.
8. Mayor Polak
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yaitu antar hubungan dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis.
9. Roucek dan Warren
Sosiologi mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok.
10. William F. Oghburn dan Mayer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Ciri-ciri Sosiologi
Hakikat Ilmu Sosiologi
1. Sosiologi adalah Ilmu Sosial
Sosiologi bukanlah ilmu alam atau kerohanian. Sosiologi merupakan bagian ilmu sosial yang membahas gejala-gejala pada masyarakat.
2. Sosiologi adalah Ilmu Kategoris
Sosiologi merupakan Ilmu Kategoris, bukan Normatif. Sosiologi meneliti hal-hal yang terjadi saat itu, bukan mengenai apa yang semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.
3. Sosiologi adalah Ilmu Murni dan Ilmu Terapan
Dalam ilmu pengetahuan, posisi Ilmu Sosiologi sebagai Ilmu Murni digunakan untuk memperoleh pengetahuan melalui penelitian. Contoh: Gilang meneliti faktor terjadinya kenakalan remaja di kota Bandung.
Disamping itu, Sosiologi sebagai Ilmu Terapan digunakan untuk memecahkan masalah praktis untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Contoh: Gilang menemukan upaya pencegahan kenakalan remaja di kota Bandung.
4. Sosiologi adalah Ilmu Abstrak
Sosiologi mengkaji bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.
5. Sosiologi Menghasilkan Pola Umum
Sosiologi meneliti dan mencari prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
6. Sosiologi adalah Ilmu Umum
7. Sosiologi adalah Ilmu Rasional
Objek Kajian Sosiologi
Fungsi dan Peran Ilmu Sosiologi
1. Fungsi Sosiologi
a. Fungsi Pembangunan
Sosiologi berfungsi menyediakan data yang diperlukan untuk tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembangunan.
Contoh: Sebelum memindahkan ibukota RI yang semula berada di DKI Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur, pemerintah memerlukan data untuk memprediksi kesiapan dan dampak yang terjadi di wilayah tersebut. Data yang diteliti seperti kondisi masyarakat, infrastruktur, dan lain-lain.
Contoh: Sebelum memindahkan ibukota RI yang semula berada di DKI Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur, pemerintah memerlukan data untuk memprediksi kesiapan dan dampak yang terjadi di wilayah tersebut. Data yang diteliti seperti kondisi masyarakat, infrastruktur, dan lain-lain.
b. Fungsi Penelitian
Sosiologi berfungsi memberikan data tentang berbagai gejala sosial atau fenomena yang terjadi.
Contoh: Meningkatnya pernikahan di bawah umur selama pandemi COVID-19, membuat para Sosiolog berusaha mencari faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena pernikahan di bawah umur. Apakah dari faktor ekonomi, sosial, budaya, atau lainnya.
c. Fungsi Pemecahan Sosial
Sosiologi berfungsi memberikan alternatif solusi permasalahan berdasarkan data yang ada.
Contoh: Setelah dilakukan penelitian terhadap fenomena pernikahan di bawah umur saat pandemi, ditemukan solusi berupa pendidikan seks agar orangtua dan anak memahami dampak dari pernikahan yang terlalu cepat.
2. Peran Sosiolog
Terakhir, peran sosiolog dalam kehidupan. Kamu nggak perlu khawatir tentang pekerjaan lulusan Sosiologi. Secara umum, peran sosiolog dibagi menjadi 3, yaitu Pendidik, Konsultan Pembangunan, dan Peneliti.
a. Peran Pendidik
Peran sosiolog sebagai pendidik adalah mengajarkan, mengembangkan Ilmu Sosiologi, serta memberikan contoh fenomena berdasarkan konsep Sosiologi.
Contoh: Guru, Dosen, dan Tutor.
b. Peran Konsultan Pembangunan
Peran Sosiolog sebagai konsultan pembangunan adalah membantu memprediksi dampak dari kebijakan sosial yang bisa terjadi.
Contoh: Analis Kebijakan dan Konsultan. Kamu bisa bekerja di kantor pemerintahan atau perusahaan konsultan terbesar di dunia seperti McKinsey dan Boston Consulting group.
c. Peran Peneliti
Peran Sosiolog sebagai peneliti adalah mengumpulkan dan menggunakan data untuk pengambilan keputusan.
Contoh: UX Researcher. Profesi ini mungkin masih terdengar asing untukmu. UX Researcher adalah orang yang mencari informasi mengenai perilaku, kebutuhan, dan masalah yang dialami oleh pengguna aplikasi di ponsel. Informasi tersebut diolah menjadi data untuk memperbaiki tampilan atau fitur aplikasi menjadi lebih baik.
Referensi:
Riswanto. 2009. Sosiologi SMA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sudarsono, Agus, dan Agustina Tri. 2016. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Sumber Gambar:
Revolusi Industri [Daring]. Tautan: https://www.britannica.com/story/the-rise-of-the-machines-pros-and-cons-of-the-industrial-revolution
Revolusi Perancis [Daring]. Tautan: https://www.livescience.com/how-many-french-revolutions.html
kerennnn pokoknya mahh
BalasHapusmenarik ka materinya
BalasHapus