SosiologiMariaSirait142

 Nama: Maria Sri Fitri Sirait

Nim: 243300010003

Dosen: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M. I.Kom.

MPU TANTULAR UNIVERSITY 


Proses dan Interaksi Sosial


Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.

Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola perilaku manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing, yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial. Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik, melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam hubungan tersebut.

Misalnya saling berbicara (komunikasi), bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah, atau mungkin pertemuan dalam suatu pertikaian dan lain sebagainya. Secara singkat,dapat dikatakan bahwa proses sosial itu adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat. Dalam laporan ini, kami akan membahas lebih dalam mengenai proses sosial, ciri-ciri dan bentuk-bentuknya dan menganalisis berupa artikel mengenai proses sosial. 


 Proses Sosial Menurut Pendapat para Ahli Sosiologi, yaitu sebagai berikut : 

1. Adham Nasution; proses sosial dalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling berhubungan, yang merupakan bentuk antara aksi sosial, ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang pereorangan mengadakan hubungan satu sama lain. Kemudian ditegaskan lagi, bahwa proses sosial adalah rangkaian human actions (sikap/tindakan manusia) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain

2. Roucek dan Warren, Interaksi adalah satu proses, melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tidak balas dari kelompok yang lain. Iaa dalah suatu proses timbal balik, dengan mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain.

3. Gillin dan Gillin; Proses – proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. 

Mengenai Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial timbal balik yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perseorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia. 

 Interaksi Sosial:

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing, maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. 

Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.

 Tujuan Proses dan Interaksi Sosial:

Proses interaksi sosial dapat berlangsung secara langsung maupun tidak langsung.Contoh interaksi sosial secara langsung adalah dengan bertatap muka sedangkan secara tidak langsung terjadi melalui media komunikasi seperti telepon, surat, E-mail, BBM, SMS, dan sebagainya

Meskipun interaksi sosial terjadi secara langsung maupun tidak langsung, interaksi sosial tetapmemiliki tujuan yang sama. 

Tujuan interaksi sosial antara lain :

. Menjalin dan meningkatkan hubungan persahabatan.

. Menjalin hubungan bisnis.

. Melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan.

. Menjalankan atau merundingkan suatu masalah yang timbul.

. Beradaptasi dengan lingkungan kebudayaan atau kebiasaan orang lain atau kelompok lain. 


Ciri-ciri dan Proses Interaksi Sosial:

Berdasarkan pengertian interaksi sosial di atas, maka dapat disimpulkan ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut :

. Dilakukan oleh dua orang atau lebih dan ada reaksi dari pihak lain.

. Ada kontak sosial dan komunikasi.

. Bersifat timbal balik, positif dan berkesinambungan.

. Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial.

. Pola interaksi sosial yang baik harus terjalin berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektif dan efisien.

. Penyesuaian diri pada kebenaran dan norma.

. Tidak memaksa secara mental dan fisik.


Faktor yang mendasari interaksi sosial.

. Faktor Internal

 Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial meliputi hal-hal berikut :

. Dorongan untuk meneruskan keturunan

. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan

. Dorongan untuk mempertahankan kehidupan

. Dorongan untuk berkomunikasi 

Faktor Eksternal

Faktor Imitasi

Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan,gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.

. Faktor Sugesti

Adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individulain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.

.Faktor Identifikasi

Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkaian proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiawaan yang sangat mendalam.

.Faktor Simpati

Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang dikarenakan sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa.

.Faktor Motivasi

 Yaitu rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa.Contohnya : motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa.

.Faktor Empati

 Faktor empati mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja.Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens).


 Bentuk-bentuk proses sosial

Proses sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompo dan antar kelompok dengan kelompok,berdasarkan potensi atau kekuatan masing-masing. Proses sosial atau hubungan timbal balik tersebut dapat terjadi dalam berbagai bentuk, yaitu kerja sama (cooperation), persaingan(competition), pertikaian atau pertentangan (conflict), dan akomodasi (acomodation). 


Referensi:

Soekanto,Soerjono,1982 “Sosiologi suatu pengantar”


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SosiologiMariaSirait142

SosiologiMariaSirait142